Laman

Senin, 03 Februari 2014

Tentang Wasit Juri Silat


 

Perwasitan Pencak Silat


   A.     Perlengkapan seorang wasit pencak silat
               Perlengkapan yang digunakan oleh seorang wasit pencak silat adalah seragam wasit
            berwarna putih dan sabuk berwarna kuning dengan lambing IPSI disalah satu ujungnya.

   B.      Syarat-syarat menjadi wasit pencak silat
                Selain mengikuti penataran wasit dan juri sesuai tingkatan nya untuk menjadi wasit juri
             yang sukses dimata semua orang, wasit juri juga harus mempunyai ilmu pendukung untuk
             menjadi pedomannya. Adapun beberapa ilmu-ilmu pendukung untuk seorang wasit juri
             antara lain sebagai berikut :
  • Ilmu anatomi : ilmu anatomi sangat lah penting untuk seorang wasit juri, kerena fisik sangat mempengaruhi paforma seorang wasit juri. Contohnya adalah mata, posisi berdiri dengan tegap apa tidaknya, serta suara juga mempengaruhi.
  • Ilmu matematika : ilmu matematika juga perlu untuk wasit juri, karena dalam melaksanakan tugasnya wasit juri haruslah bisa menghitung nilai-nilai dengan cepat, tepat, dan jeli. Hal ini jika tidak tepat maka akan merugikan salah satu pesrta, dan akan mennuai kontroversi yang nantinya akan merusak atau menghambat jalannya pertandingan.
  • Ilmu agama : ilmu agama sangatlah penting untuk seorang wasit juri, karena ilmu agama akan mengajarkan kepada seorang wasit dan juri untuk jujur, adil,dan tidak memihak kepada kontingen manapun sehingga tidak merugikan salah satu kontingen dan tidak menuai suatu kontroversi.
      Adapun fisik dan mental seorang wasit juri sebagai berikut :
  • Laki-laki mempunyai tinggi 160 cm, dan wanita 150 cm.
  • Lulus tes fisik dan psikologi sesuai dengan minimal standar.
  • Umur minimal 20 tahun
  • Mata tidak rusak, sehingga tidak merusak pemandangannya saat bertugas
  • Mempunyai mental yang kuat dari semua penonton yang ada.
  • Tegas dalam memimpin pertandingan dan tidak takut mengambil keputusan walaupun dapat sorakan dari penonton.
C.   Jenjang wasit Silat
  • Tingkat Kecamatan
  • Tingkat Kabupaten
  • Tingkat Provinsi
  • Tingkat Nasional
  • Tingkat Internasional
D.   Kelas yang di pertandingkan
      1.TANDING 
     a. untuk usia dini kategori tanding putra /putri:
  1. Kelas A 26 kg s/d 27 kg
  2. Kelas B diatas 27 kg s/d 28 kg
  3. Kelas C diatas 28 kg s/d 29 kg.
  4. Kelas D diatas 29 kg s/d 30 kg
  5. Kelas E diatas 30 kg s/d 31 kg.
  6. Kelas F diatas 31 kg s/d 32 kg
  7. Kelas G diatas 32 kg s/d 33 kg
     b. untuk pra remaja kategori tanding putra /putri:
  1. Kelas A 28 kg s/d 30 kg
  2. Kelas B diatas 30 kg s/d 32 kg
  3. Kelas C diatas 32 kg s/d 34 kg.
  4. Kelas D diatas 34 kg s/d 36 kg
  5. Kelas E diatas 36 kg s/d 38 kg.
  6. Kelas F diatas 38 kg s/d 40 kg
  7. Kelas G diatas 40 kg s/d 42 kg
  8. Kelas H diatas 42 kg s/d 44 kg
  9. Kelas I diatas 44 kg s/d 46 kg
     c. untuk remaja kategori tanding putra /putri:
  1. Kelas A 39 kg s/d 42 kg
  2. Kelas B diatas 42 kg s/d 45 kg
  3. Kelas C diatas 45 kg s/d 48 kg.
  4. Kelas D diatas 48 kg s/d 51 kg
  5. Kelas E diatas 51 kg s/d 54 kg.
  6. Kelas F diatas 54 kg s/d 57 kg
  7. Kelas G diatas 57 kg s/d 60 kg
  8. Kelas H diatas 60 kg s/d 63 kg
  9. Kelas I diatas 63 kg s/d 66 kg
    d. untuk dewasa kategori tanding putra:
  1. Kelas A 45 kg s/d 50 kg
  2. Kelas B diatas 50 kg s/d 55 kg
  3. Kelas C diatas 55 kg s/d 60 kg.
  4. Kelas D diatas 60 kg s/d 65 kg
  5. Kelas E diatas 65 kg s/d 70 kg.
  6. Kelas F diatas 70 kg s/d 75 kg
  7. Kelas G diatas 75 kg s/d 80 kg
  8. Kelas H diatas 80 kg s/d 95 kg
  9. Kelas I diatas 95 kg s/d 110 kg
    e. untuk dewasa kategori tanding putri:
  1. Kelas A 45 kg s/d 50 kg
  2. Kelas B diatas 50 kg s/d 55 kg
  3. Kelas C diatas 55 kg s/d 60 kg.
  4. Kelas D diatas 60 kg s/d 65 kg
  5. Kelas E diatas 65 kg s/d 70 kg.
  6. Kelas F diatas 70 kg s/d 75 kg
2. TUNGGAL, GANDA dan REGU (TGR)
     tidak ada pembagian kelas berat badan tetapi hanya pembagian menurut usia.

   E.   Skor dalam penilaian perwasitan
     1. Kategori tanding
          Ketentuan Nilai :
     Nilai Prestasi Tekhnik
  1. Nilai 1 Serangan dengan tangan yang masuk pada sasaran, tanpa terhalang oleh tangkisan, hindaran atau elakan lawan.
  2. Nilai 1 + 1 Tangkisan, hindaran atau elakan yang berhasil memusnahkan serangan lawan, disusul langsung oleh serangan dengan tangan yang masuk pada sasaran.
  3. Nilai 2 Serangan dengan kaki yang masuk pada sasaran, tanpa terhalang oleh tangkisan, hindaran atau elakan lawan.
  4. Nilai 1 + 2 Tangkisan, hindaran atau elakan yang berhasil memusnahkan serangan lawan, disusul langsung oleh srangan dengan kaki yang masuk pada sasaran.
  5. Nilai 3 teknik jatuhan yang berhasil menjatuhkan lawan.
  6. Nilai 1 + 3 Tangkisan, hindaran, elakan atau tangkapan yang memusnahkan serangan lawan, disusul langsung oleh serangan dengan teknik jatuhan yang berhasil menjatuhkan lawan.
    Syarat teknik Nilai
  1. Tangkisan yang dinilai adalah berhasilnya pesilat menggagalkan serangan lawan dengan tekhnik pembelaan menahan atau mengalihkan arah serangan secara langsung/kontak, yang segera diikuti dengan serangan yang masuk pada sasaran.
  2. Elakan yang dinilai adalah berhasilnya pesilat membebaskan diri dari serangan lawan dengan tekhnik pembelaan memindahkan sasaran terhadap serangan, yang langsung disusul dengan serangan yang mengenakan sasaran, atau tekhnik jatuhan yang berhasil.
Catatan : Nilai 1 untuk tangkisan / elakan, sedangkan serangan masuk dinilai sesuai dengan serangannya, serangan tangan = nilai 1, serangan kaki = nilai 2, jatuhan= nilai 3
  1. Serangan tangan yang dinilai adalah serangan yang masuk pada sasaran, menggunakan tekhnik serangan dengan tangan (dalam bentuk apapun). Bertenaga dan mantap, tanpa terhalang oleh tangkisan atau elakan dan dengan dukungan kuda-kuda, atau kaki tumpu yang baik, jarak jangkauan tepat dan lintasan serangan yang benar.
  2. Serangan dengan kaki yang dinilai adalah serangan yang masuk pada sasaran, menggunakan tekhnik serangan dengan kaki (dalam bentuk apapun), bertenaga dan mantap, tidak disertai tangkapan/pegangan, tanpa terhalang oleh tangkisan atau elakan dan dengan dukungan kuda-kuda, atau kaki tumpu yang baik, jarak jangkauan tepat dan lintasan serangan yang benar.
  3. Tekhnik menjatuhkan yang dinilai adalah berhasilnya pesilat menjatuhkan lawan sehingga bagian tubuh (dari lutut keatas) menyentuh matras dengan pedoman :
    1. Tekhnik menjatuhkan dapat dilakukan dengan serangan langsung, sapuan, ungkitan, guntingan dan tekhnik menjatuhkan yang didahului oleh tangkapan atau bentuk serangan lainnya yang sah. Serangan yang berhasil mendapat nilai sesuai dengan ketentuan nilai untuk tekhnik serangan yang digunakan.
    2. Menjatuhkan lawan menggunakan tekhnik jathan dengan cara tidak ikut terjatuh atau lebih menguasai lawan yang dijatuhkan.
    3. Apabila tekhnik menjatuhkan itu disertai menangkap anggota tubuh lawan harus merupakan usaha pembelaan diri suatu serangan ataumenggunakan serangan pendahuluan, tidak boleh disertai dengan serangan langsung, tetapi dapat dilakukan dengan mendorong atau menyapu. Proses tangkapan menjadi jatuhan diberikan waktu selama 5 (lima) detik. Jika selama itu tidak terjadi jatuhan, maka dihentikan oleh Wasit dan dinyatakan tidak ada jatuhan.
  4. Teknik sapuan, ungkitan, kaitan dan guntingan tidak boleh didahului dengan memegang/menggumul tubuh lawan, tetapi dapat dibantu dengan dorongan atau sentuhan. Sapuan dapat dilakukan dengan merebahkan diri. Lawan dapat mengelakkan diri dari serangan tidak boleh melakukan serangan balik. Teknik sapuan yang dilaksanakan lebih dari 2 (dua) kali secara berturut-turut pada masing-masing babak dengan tujuan mengulur-ulur waktu akan mendapat teguran dari wasit. Yang dimaksud teknik sapuan dengan tujuan mengulur-ulur waktu ialah sapuan yang di luar jarak jangkauan serangan atau sapuan dalam jarak jangkauan serangan tetapi dilakukan dengan tidak bertenaga.
  5. Serangan bersamaan oleh kedua pesilat (apakah serangan itu sah atau tidak karena sifatnya kecelakaan) dan salah satu atau keduanya jatuh, maka jatuhan akan disahkan dengan pedoman:
    1. Jika salah satu tidak dapat bangkit akan diadakan hitungan mutlak.
    2. Jika keduanya tidak segera bangkit, maka dilakukan hitungan mutlak untuk keduanya dan apabila hal ini terjadi pada awal babak I dan keduanya belum memperoleh nilai maka penentuan kemenangan ditentukan seperti Bab II pasal 8 ayat 7.4.a.5 dan pasal 8 ayat 7.4.a.6. (tidak perlu ditanding ulang).
    3. Jika keduanya dalam hitungan ke 10 (sepuluh) tidak dapat bangkit sedangkan pesilat sudah memperoleh nilai, maka kemenangan dilakukan dengan menghitung nilai terbanyak.
  6. Jatuh Sendiri, Jika pesilat terjatuh sendiri bukan karena serangan lawan, jika tidak dapat bangkit, diberi kesempatan dalam waktu 10 (sepuluh) hitungan/detik. Jika tidak dapat melakukan pertandingan dinyatakan kalah teknik.
  7. Tangkapan
    1.  Tangkapan sebagai proses jatuhan dinyatakan gagal jika:
      1. Lawan dapat melakukan serangan balik secara sah.
      2. Lawan dapat memegang tangan atau bahu sehingga terjadi proses jatuhan.
      3. Proses jatuhan lebih dari 5 (lima detik) atau terjadi seret-menyeret atau gumul-menggumul.
      4. Ikut terjatuh waktu melakukan teknik jatuhan.
    2. Jika dalam proses tangkapan kaki pesilat yang ditangkap melakukan pegangan pada bahu dan pesilat yang menangkap dapat menjatuhkan lawannya dalam waktu 5 (lima) detik sebelum wasit memberikan aba-aba ”BERHENTI”, jatuhan dinyatakan sah.
    3. Jika rangkulan tersebut terlalu kuat sehingga menyentuh leher atau kapala atau menyeabkan keduanya terjatuh, pesilat yang merangkul diberikan Teguran.
    4. Jatuhan diluar medan laga
      1. Teknik jatuhan yang berakibat lawannya jatuh diluar medan laga, yaitu jika bagian tubuh
      2. Menyentuh garis batas medan laga, maka jatuhan dinyatakan gagal/tidak sah.
      3. Jika jatuhan berada di dalam medan laga dan pesilat menggeser keluar medan laga, jatuhan dinyatakan sah.
      4. Serangan sah yang menyebabkan lawan jatuh tidak dapat bangkit atau nanar yng dilakukan di dalam medan laga dan bergeser keluar gelanggang, pesilat diberi kesempatan dalam batas waktu 10 (sepuluh) detik untuk kembali melakukan pertangdingan maka dinyatakan kalah mutlak.
      5. Serangan sah yang dilakukan di dalam medan laga, menyebabkan lawan jatuh diluar medan laga dan tidak bangkit atau nanar, maka wasit melakukan hitungan teknik. Jika pesilat tidak dapat melanjutkan pertandingan, maka pesilat bersangkutan dinyatakan kalah teknik.
F.    Waktu dalam pertandingan pencak silat
1.    Kategori tanding
  • Untuk Remaja dan Dewasa. Pertandingan dilangsungkan dalam 3 (tiga) babak. Tiap babak terdiri atas 2 (dua) menit bersih. Diantara babak diberikan waktu istirahat 1 (satu) menit. Waktu ketika Wasit menghentikan pertandingan tidak termasuk waktu bertanding. Perhitungan terhadap pesilat yang jatuh karena serangan yang sah, tidak termasuk waktu bertanding.
  • Untuk Usia Dini dan Pra Remaja. Pertandingan dilangsungkan dalam 2 (dua) babak. Tiap babak terdiri atas 1,5 (satu setengah) menit bersih. Diantara babak diberikan waktu istirahat 1 (satu) menit. Waktu ketika Wasit menghentikan pertandingan tidak termasuk waktu bertanding. Perhitungan terhadap pesilat yang jatuh karena serangan yang sah, tidak termasuk waktu bertanding.
2.    Kategori Tunggal, Ganda dan Regu waktu yang digunakan adalah 3 menit.

G.   Pelanggaran dan Hukuman.
1.    Pelanggaran
·      Pelanggaran Ringan
  1. Tidak menggunakan pola langkah dan sikap pasang
  2. Keluar dari gelanggang secara berturut-turut. Yang dimaksud dengan berturut-turut adalah lebih dari 2 (dua) kali dalam 1 (satu) babak.
  3. Merangkul lawan dalam proses pembelaan
  4. Melakukan serangan dengan teknik sapua sambil merebahkan diri secara berulang kali dengan tujuan untuk mengulur waktu
  5. Menghubungi orang luar dengan sikap / isyarat dan perkataan
  6. Kedua pesilat pasif atau bila salah satu pesilat pasif lebih dari 5 (lima) detik
  7. Bersuara dengan teriakan (berteriak) / suara mulut / vocal yang berlebihan selama bertanding. Sebelumnya akan didahului dengan pembinaan sebanyak 2 (dua) kali dalam setiap babak
  8. Lintasan serangan yang salah yang tidak menyebabkan lawan cedera
·  Pelanggaran Berat
  1. Menyerang bagian badan yang tidak sah yaitu leher, kepala serta bawah pusat hingga kemaluan dan mengakibatkan lawan cidera / jatuh
  2. Usaha mematahkan persendian secara langsung
  3. Sengaja melemparkan lawan keluar gelanggang
  4. Membenturkan / menghantukkan kepala dan menyerang dengan kepala
  5. Menyerang lawan sebelum aba-aba ”MULAI” dan menyerang sesudah aba-aba ”BERHENTI” dari Wasit, menyebabkan lawan cidera
  6. Menggumul, menggigit, mencakar, mencengkeram dan menjambak (menarik rambut)
  7. Menentang, menghina, mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan, meludahi, memancing-mancing dengan suara berlebihan terhadap lawan maupun terhadap Aparat Pertandingan (Delegasi Teknik, Ketua Pertandingan, Dewan Wasit Juri dan Wasit Juri)
  8. Melakukan penyimpangan terhadap aturan bertanding setelah mendapat Peringatan I karena pelanggaran hal tersebut.
2.    Hukuman.
Tahapan dan bentuk hukuman :
·         Teguran
  • Diberikan apabila pesilat melakukan pelanggaran ringan
  • Teguran terdiri atas Teguran I dan Teguran II
  • Teguran berlaku hanya untuk 1 (satu) babak saja
·         Peringatan. Berlaku untuk seluruh babak, terdiri atas :
  1. Peringatan I: diberikan bila pesilat melakukan :
    1.  Pelanggaran berat
    2.  Mendapat teguran yang ketiga akibat pelanggaran ringan setelah Peringatan I masih dapat diberikan teguran terhadap pelanggaran ringan dalam babak yang sama
  2. Peringatan II:
    1. Diberikan bila pesilat kembali mendapat hukuman peringatan setelah
    2. peringatan I.
    3. Setelah Peringatan II masih dapat diberikan teguran terhadap pelanggaran ringan dalam babak yang sama.
  3. Peringatan III :
    • Diberikan bila pesilat kembali mendapat hukuman peringatan setelah peringatan II, dan langsung dinyatakan diskualifikasi. Peringatan III harus dinyatakan oleh Wasit
  4. Diskualifikasi
  • Mendapat peringatan setelah peringatan I
  • Melakukan pelanggaran berat yang didorong oleh unsur-unsur kesengajaan dan bertentangan dengan norma sportivitas
  • Melakukan pelanggaran berat dengan hukuman peringatan I dan lawan cidera tidak dapat melanjutkan pertandingan atas keputusan Dokter Pertandingan
  • Setelah penimbangan 15 menit sebelum pertandingan, berat badannya tidak sesuai dengan kelas yang diikuti.
  • Pesilat terkena Doping
  • Diskualifikasi adalah gugurnya hak seorang Pesilat dalam melanjutkan pertandingan, kecuali untuk mendapatkan Medali, apabila Pesilat tersebut sudah pada babak Semi Final dan Final. Dan apabila Pesilat tersebut terkena Doping, maka gugur seluruh haknya pada pertandingan tersebut.
H.   Keributan yang sering terjadi:
      Keributan yang sering terjadi biasanya dipicu dari pihak sporter dan kadang kala karena wasit yang tidak jeli dalam memutuskan pelanggaran ataupun jatuhan.
I.      Signal atau tanda-tanda dalam perwasitan Pencak silat.
  1. Aba-aba ”BERSEDIA” digunakan dalam persiapan sebagai peringatan bagi pesilat dan seluruh aparat pertandingan bahwa pertandingan akan segera dimulai.
  2. Aba-aba ”MULAI” digunakan tiap pertandingan dimulai dan akan dilanjutkan pula, bisa pula dengan isyarat
  3. Aba-aba ”BERHENTI” digunakan untuk menghentikan pertandingan.
  4. Aba-aba ”PASANG” dan ”SILAT” digunakan untuk pembinaan.
  5. Pada awal dan akhir pertandingan setiap babak ditandai dengan pemukulan gong.
J.    Posisi wasit dalam pertandingan pencak silat

 
          Keterangan : wasit saat memimpin pertandingan pencak silat memakai pola segitiga,
      dikarenakan wasit bisa melihat dengan jelas kedua pesilat yang bertanding.

K.   Tugas- tugas wasit dan juri.
1.       Tugas Wasit ( khusus untuk Katagori Tanding )
  • Memeriksa kesiapan gelanggang dan Pesilat.
  • Memimpin pertandingan berdasarkan ketentuan pertandingan.
  • Menjaga keselamatan Pesilat.
  • Menghentikan pertandingan bila :
    • Pesilat membuat pelanggaran
    • Pesilat bergeser ke luar gelanggang
    • Pesilat terjatuh
    • Pesilat bergumul
    • Pertandingan tidak seimbang
    • Untuk memberi tegoran, peringatan atau hukuman
    • Untuk memeriksa luka-luka / cidera Pesilat
    • Situasi pertandingan terganggu
    • Pesilat mengundurkan diri
    • Diminta oleh Ketua Pertandingan
  • Menjaga kualitas pertandingan.
  • Memberi hukuman berupa Tegoran dan Peringatankepada Pesilat atau Pendamping Pesilat.
  • Memberikan isyarat kepada Juri mengenai pelanggaran dan hukuman kepada Pesilat serta pengesahan serangan jatuhan.
  • Menanyakan kepada para Juri bila terjadi keraguan dalam mengambil keputusan. Pemanggilan para Juri oleh Wasit untuk menanyakan suatu keputusan dilaksanakan ditengah gelanggang dan disaksikan oleh salah seorang Dewan Wasit Juri, setelah menempatkan kedua Pesilat di sudit netral.
  • Melaksanakan keputusan pemenang.
2.       Tugas Juri ( untuk semua katagori )
  • Memberi penilaian terhadap Pesilat dalam suatu pertandingan
  • Mencatat pelanggaran-pelanggaran
  • Menentukan pemenang berdasarkan jumlah nilai
  • Menandatangani formulir penilaian yang telah diisi
  • Menjawab pertanyaan Delegasi Teknik, Ketua Pertandingan, Dewan Wasit Juri dan Wasit bila diperlukan
  • Mengawasi pelaksanaan penimbangan Pesilat yang akan bertanding
L.    Gelanggang Pertandingan



Foto Afghan Sulung Maulana.
 KETERANGAN:
1.KETUA PERTANDINGAN (1 ORANG)
2.DEWAN WASIT JURI (3 ORANG )

3.SEKRETARIS PERTANDINGAN
4.ANGGOTA WASIT JURI (18 ORANG)
5.PAPAN NILAI
6.PENGAMAT WAKTU
7.GONG
8.PENIMBANG BERAT BADAN (2 ORANG )
9.TIM MEIS (4 ORANG )
10.SUDUT BIRU
11.SUDUT MERAH
12.SUDUT NETRAL
13.JURI (5 ORANG)


M.   Cara mengatasi protes.
              Protes dinyatakan pada ketua pertandingan saat pertandingan berlangsung. Bila masih belum
        puas dengan keputusan juri maka protes dinyatakan pada panitia dengan membayar uang protes.

N.   Kesehatan dan keselamatan atlit di arena pertandingan.
              Dalam pertandingan wasitlah yang menjada kesehatan dan keselamatan seorang atlit. Wasit
       harus tau kapan pertandingan mulai tidak masuk aturan. Dan wasit harus tau kondisi si atlit
       ketika bertanding

Prinsip-prinsip Latihan

 

Tujuan Training:
    tujuan serta sasaran utama dari latihan atau training adalah untuk membantu atlet meningkatkan keterampilan dan prestasinya semaksimal mungkin.

Empat aspek yang perlu diperhatikan dalam sebuah latihan:
  • a. Latihan fisik (Physical training)
  • b. Latihan teknik (technical training)
  • c. Latihan taktik (tactikel training)
  • d. Latihan mental (psychological training)
Perkembangan kondisi fisik yang menyeluruh amatlah penting, oleh karena tanpa kondisi fisik yang baik tidak akan dapat mengikuti latihan-latihan dengan sempurna.


Latihan teknik adalah latihan yang khusus dimaksudkan guna membentuk dan memperkembangkan kebiasaan-kebiasaan motorik atau perkembangan neuromuscular. Kesempurnaan teknik-teknik dasar dari setiap gerakan adalah penting oleh karena akan menentukan gerak keseluruhan.

Tujuan latihan taktik adalah untuk menumbuhkan perkembangan interpretive atau daya tafsir pada atlet. Teknik-teknik gerakan yang telah dikuasai dengan baik, kini haruslah dituangkan dan diorganisir dalam pola-pola permainan, bentuk dan formasi permainan serta strategi dan taktik pertahanan atau penyerangan sehingga berkembang menjadi suatu kesatuan gerak yang sempurna.

Latihan mental adalah latihan yang menekankan pada perkembangan kedewasaan (maturitas) atlet serta perkembangan emosional dan impulsif : semangat, pantang menyerah, sabar, sportivitas, percya diri, jujur dan sebagainya.

BATASAN SEDERHANA TRAINING : 
     Proses yang sistematis dari berlatih atau bekerja, yang dilakukan secara berulang-ulang, dengan kian hari kian menambah jumlah beban latihan atau pekerjaannya
Sitematis :
    berencana, menurut jadwal, menurut pola dan sistem tertentu, metodis dari mudah kesukar, latihan yang teratur, dari sederhana ke yang lebih kompleks.Berulang ulang : agar gerakan-gerakan yang semula sukar dilakukan menjadi semakin mudah, otomatis, dan reflekKian hari maksudnya setiap kali, secara periodik, segera setelah tiba saatnya untuk ditambah bebannya, jadi bukan berarti harus setiap hari.



Overload Principle
      Sistem faali tubuh manusia pada umumnya mampu untuk menyesuaikan diri dengan beban kerja dan tantangan yang lebih berat dari beban yang kita jumpai sehari-hari. Dalam olahraga, agar prestasi dapat meningkat, atlet harus berusaha untuk berlatih dengan beban kerja yang lebih berat daripada yang mampu dilakukannya saat itu atau dengan perkataan lain, dia harus senantiasa berusaha untuk berlatih dengan beban kerja yang ada diatas ambang rangsang kepekaannya.

      Pada permulaan berlatih dengan beban latihan yang lebih berat. Pasti atlet akan menemui kesulitan-kesulitan, oleh karena tubuh belum mampu untuk menyesuaikan diri dengan beban yang lebih berat tersebut. Akan tetapi apabila latihan dilakukan secara terus menerus dan berulang-ulang, maka suatu ketika beban latihan (yang lebih berat) tersebut akan dapat diatasinya, malah kemudian akan terasa menjadi semakin ringan.

       Peningkatan beban yang terus menerus ini diistilahkan dengan progresive overloading. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan sistem overload ini adalah. Jangan memberikan beban latihan yang terlalu berat yang diperkirakan tidak mungkin akan dapat diatasi oleh atlet. Kalau beban latihannya terlalu berat, maka sistem faaliah dalam tubuh kita tidak akan mampu untuk menyesuaikan diri dengan stres-stres yang terlalu ekstrim tersebut.

      Setiap atlet harus mengalami stress dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melawan dan mengatasi stress yang dijumpai atau yang sengaja diberikan oleh pelatihnya. Beban latihan yang diberikan pada setiap kali berlatih haruslah senantiasa sedikit lebih berat dari pada yang kini mampu dilakukannya. Dengan demikian maka ambang rangsang atlet tersebut sedikit demi sedikit akan dapat dinaikan yang berarti pula penaikkan prestasinya.
      Setiap tangga disebut micro-cycleJumlah setiap 3 tangga disebut macro-cycleSetiap macro-cycle didahului oleh fase regenerasi atau unloading phaseSetiap micro-cycle bisa berlangsung untuk selama dua atau tiga minggu, tergantung berat ringannya beban latihan dan kompleks tidaknya teknik dan taktik yang harus dipelajari. Demikian pula tergantung dari adapatasi atlet terhadap beban latihan yang lebih berat tersebut.
      Menurut Harre (1982), macro-cycle adalah suatu siklus latihan jangka panjang yang bisa memakan waktu 6 bulan, satu tahun, sampai beberapa tahun: mesco-cycle lamanya antara 3-6 minggu, dan micro-cycle kurang dari 3 minggu, bisa 1 atau 2 minggu.
Setiap komponen kondisi fisik berbeda tempo perkembangannya.
  1. Fleksibilitas 2 – 3 hari
  2. Kekuatan 2 – 4 minggu
  3. Daya tahan 1- 2 tahun
 Sumber : Materi Sosialisasi Persinas ASAD di Jawa Barat

Pencak Silat untuk bersinergi dalam membangun integritas NKRI




Aspek penting dlm Pencak Silat 

PENDAHULUAN

     Indonesia sebagai negara kesatuan pada dasarnya dapat mengandung potensi kerawanan akibat keanekaragaman suku bangsa, bahasa, agama, ras dan etnis golongan, hal tersebut merupakan faktor yang berpengaruh terhadap potensi timbulnya konflik sosial. Dengan semakin marak dan meluasnya konflik akhir-akhir ini, merupakan suatu pertanda menurunnya rasa nasionalisme di dalam masyarakat


SEJARAH PENCAK SILAT
- Istilah silat dikenal secara luas di Asia Tenggara, akan tetapi khusus di Indonesia istilah yang   digunakan adalah pencak silat. Istilah ini digunakan sejak 1948 untuk mempersatukan berbagai aliran seni bela diri tradisional yang berkembang di Indonesia.
- Nama “pencak” digunakan di Jawa, sedangkan “silat” digunakan di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Kalimantan.- Dalam perkembangannya kini istilah “pencak” lebih mengedepankan unsur seni dan penampilan keindahan gerakan, sedangkan “silat” adalah inti ajaran bela diri dalam pertarungan

LATAR BELAKANG SEJARAH
     Sejarah perkembangan Pencak Silat secara selintas dapat dibagi dalam kurun waktu
  • Perkembangan sebelum zaman penjajahan Belanda
  • Perkembangan pada zaman penjajahan Belanda
  • Perkembangan pada zaman penjajahan Jepang
  • Perkembangan pada zaman kemerdekaan

Pencak Silat Persinas ASAD
  • Pencak Silat Perguruan Silat Nasional (Persinas) adalah suatu yayasan yang didirikan pada tanggal 30 April 1993 dengan Akte Nomor 430 Notaris J.L. Waworuntu, untuk waktu yang tidak terbatas.
  • Perguruan Silat Nasional ASAD berasaskan Pancasila dan UUD 1945 serta bermaksud menghimpun seluruh potensi bangsa yang memiliki persamaan cita-cita, wawasan dan tujuan dalam melestarikan budaya bangsa, khususnya ilmu seni bela diri pencak silat nasional yang bersumber pada aliran silat Cimande, Kunto, Cikaret, Singa Mogok, Nagan, Cikalong, Syahbandar, Garuda Mas, Sabeni, dan Tangkap Menangkap (TM).
  • Bahwa dengan melestarikan ilmu dan seni bela diri pencak silat, berarti melestarikan budaya bangsa, yang merupakan upaya meningkatkan kualitas mental dan fisik bangsa Indonesia, guna mempercepat terwujudnya Tujuan Nasional, dengan motto “Ampuh Sehat Aman Damai” (ASAD).

Prestasi Dunia Persinas ASAD
  • Mewakili Indonesia meraih prestasi membanggakan di Festival Beladiri Dunia Chungju World Martial Arts Festival di Chungju Korea Selatan
  • Meraih prestasi tiga besar peserta terbaik dengan predikat luar biasa (outstanding performance) bersama peserta dari Jepang dan Cina
  • Ditunjuk PB IPSI ( Ikatan Pencak Silat Indonesia) mewakili Indonesia bersama perguruan silat Joko Tole Madura dan perguruan Pamor Pamekasan

ASPEK PENTING DALAM PENCAK SILAT
     Pencak Silat mengandung 4(empat) aspek. Tiap-tiap aspek Pencak Silat menggambarkan tujuan, satu sama lain merupakan satu kesatuan. Keempat aspek tsb yang mendasari pengembangan Pencak Silat menjadi 4 tujuan, yakni :
  1. Pencak Silat pendidikan mental-spiritual
  2. Pencak Silat bela diri
  3. Pencak Silat seni
  4. Pencak Silat olahraga
Adapun karakter individual yang terbangun dr para pesilat :
  1. Melalui aspek pendidikan mental spiritual
  2. Melalui aspek pencak silat sebagai bela diri
  3. Melalui aspek pencak silat sebagai seni
  4. Melalui aspek pencak silat sebagai olah raga
Sikap yang terbentuk melalui karakter masing-masing pribadi para pesilat tersebut akan membentuk karakter bangsa sesuai dengan yang diharapkan, berupa karakter kolektif, sebagai berikut :
  • Saling menghormati dan saling menghargai diantara sesama;
  • Rasa kebersamaan dan tolong menolong;
  • Rasa persatuan sebagai suatu bangsa;
  • Rasa peduli dlm kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
  • Kelakuan dan tingkah laku yang senantiasa menggambarkan nilai-nilai agama,
  • Nilai hukum dan nilai-nilai budaya;
  • Sikap dan perilaku yang menggambarkan nilai-nilai kebangsaan
PENUTUP
      Olahraga beladiri Pencak silat ini memiliki manfaat yang sangat besar, terutama untuk anak muda seperti para mahasiswa. Pencak silat tidak saja menyehatkan badan, tapi juga membangun jiwa kompetitif dan sportifitas. Lebih dari itu, dia juga dapat menjadi sarana pembangunan karakter seseorang.Bela diri pencak silat juga dapat membentuk manusia Indonesia yang rendah hati, tetapi punya isi. tangguh, teguh, dan konsisten dengan sikapnya. Pencak silat juga membentuk jiwa kompetitif untuk meraih kemenangan. Namun di sisi lain juga menanamkan sikap sportif yang bisa menerima kekalahan. Banyak karakter dalam kehidupan akan terbentuk oleh bela diri pencak silat, terutama tentang disiplin, tegas, berani, konsisten bersikap, kompetitif, dan lain sebagainya.

Persinas ASAD dan Seni di dalamnya




Persinas ASAD adalah nama sebuah perguruan silat bukan aliran silat.
         Persinas ASAD secara historis tidak ada keterikatan dengan perguruan silat yang ada di Indonesia. Tapi ada beberapa aliran silat yang memperkaya teknik, seni dan beladiri Persinas ASAD. Diantaranya Cimande, Jurus Singa, Silat Indramayu, Pencak Paten (bahasa jawa yg artinya mematikan), Cikalong, Cikaret, Cikampek Ponogoro, Langkah Segitiga Segiempat dan beberpa lainnya yang saya agak lupa.Persinas ASAD tidak bernaung di organisasi manapun kecuali di IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Dan Persinas ASAD juga merupakan salah satu perguruan historis IPSI.


Mengenai Gerakan Dasar
            Beberapa gerakan dasar dalam Persinas ASAD mungkin memiliki kemiripan tidak hanya dengan beberapa aliran dan perguruan silat tapi juga dengan beladiri lain seperti karate, kungfu, tinju dll.Sebagai contoh misalnya :
  • Pukulan lurus : mirip dengan pukulan Chudan Zuki karate (hampir semua perguruan punya)
  • Pukulan uppercut : mirip dengan tinju
  • Pukulan jab : mirip dengan tinju
  • Sikut dalam, luar : mirip dengan cikaret
  • Tendangan lurus/depan C : mirip dengan mae geri karate (hampir semua perguruan punya)
  • Tendangan samping C : mirip dengan mawasi geri karate (hampir semua perguruan punya)
  • Tendangan T : hampir semua perguruan punya
  • Tendangan putar lingkar : hampir semua perguruan punya
  • Tendangan lutut/gejug : mirip dengan gedan kekomi karate pada gerakan Kata Bassai-Dai
  • Sapuan atas, bawah, belakang : hampir semua perguruan punya
  • Guntingan : hampir semua perguruan punya. Dalam Persinas ASAD ada 2 jenis guntingan, guntingan kaki dan tangan.
  • Tangkisan atas : mirip dengan age uke karate
  • Tangkisan tengah : mirip seperti uchi uke karate dan cimande
  • Tangkisan bawah : mirip serut cikalong
  • Egosan, elakan, hindaran : banyak aliran dan perguruan silat memiliki gerakan ini.
Dan masih ada beberapa gerakan dasar lain yang mungkin memiliki kesamaan nama dan gerak dengan aliran beladiri lain seperti batekan, patahan, tangkapan, dll.Itu baru bicara gerakan dasar. Gerakan dasar dalam Persinas ASAD itu lebih ditujukan untuk melatih gerakan yang sifatnya mendasar.

Mengenai Beladiri
         Bicara mengenai beladiri, berarti bicara mengenai jurus. Persinas ASAD memiliki 10 jurus, Jurus 1-7 adalah jurus tangan kosong, jurus 8 jurus golok, jurus 9 jurus toya, jurus 10 jurus trisula.Jurus Persinas ASAD terdiri atas beberapa rangkaian gerakan yang hampir sebagian besar bukan diambil dari gerakan dasar. Jika diambil contoh, kira2 type jurusnya seperti cingkrik, bukan seperti jurus cikalong yang lebih simple.Ini ada contoh salah satu jurus dari Persinas ASAD :
  • Nuwieh, maju kanan sambil ‘pukul’ lepas, tugel-buang kanan
  • Cutik kanan, tugel-buang kiri
  • Ciduk bareng, buang bareng, gebrak, lobe bawah kanan, potong
  • Sebrang kanan, lobe atas kiri, potong kiri,
  • Ngekun dan maju kanan, sambil ambil kanan lalu tarik, ‘pukul’ kiri, ‘pukul’ kanan (maju isi kanan)
  • Liuk kanan sambil cakar kanan, jantrah kanan
  • Nguntuk kanan, nguntuk kiri
  • Geser maju sambil tilep kanan
  • Bacok backhand lalu nagog kiri (jurus golok)
  • Dst.
          Perlu diketahui, jurus2 dalam Persinas ASAD mulai jurus 1-10 semuanya menggunakan isitilah2 seperti tersebut di atas. Jika diperhatikan kata ‘pukul’ dalam tanda petik bukan pukulan ‘biasa’. Ada lagi istilah lobe yang mirip dengan istilah lok be di cingkrik dan beberapa lairan silat di betawi. Walupun sama nama tapi beda gerakan. Jika dalam cingkrik ada 80 teknik, dalam Persinas ASAD ada sekitar 200-an teknik beladiri dan jika dipecah lagi bahkan bisa lebih.Jurus SeniPersinas ASAD memilik Jurus Seni I Selancar Massal.Juga ada beberapa lainnya seperti Tepak I, Tepak II, Tepak III, Tepak Golok
          Bahwa dalam beladiri juga telah terjadi silang budaya. Di ambil contoh seperti cah kangkung, ternyata ada juga di Thailand. Waktu itu juga mempraktekan beberapa gerakan dan saya disuruh menebak gerakan tersebut dari gerakan silat mana. Dan dari jawaban saya tidak ada yg benar, karena gerakan tersebut adalah gerakan dari beladiri Thailand. Lalu yang manakah sumber asli asal gerakan tersebut, Indonesia atau Thailand…? Nobody knows….Jadi dalam beladiri sangat mungkin terdapat kesamaan gerak, karena umumnya manusia sama2 hanya memiliki 2 tangan dan 2 kaki. Tapi justru itulah uniknya, dalam keragaman banyak terdapat persamaan.
Mudah2an ini bisa memberikan sedikit gambaran mengenai Perguruan Silat Nasional ASAD. Persinas Asad


Sumber: Asad.or.id

Mental Juara Itu Perlu




Pengaruh Mental Juara Bisa Terlihat Dalam Sebuah Kompetisi.
     Saya seringkali menonton sepak bola dan mengikuti kompetisinya. Yang cukup menarik ialah bagaimana peran mental juara terhadap keberhasilan sebuah tim. Ternyata, memiliki pemain dengan keterampilan yang mumpuni saja tidak cukup.
Seringkali sebuah tim bertabur bintang tidak bisa menjadi juara, bukan karena masalah kemampuan fisik tetapi justru karena hilangnya mental juara.
Pengaruh mental pada pertandingan memang dengan mudah bisa kita lihat. Misalnya dalam pertandingan sepak bola, tuan rumah selalu memiliki peluang menang lebih besar dibandingkan saat bertamu karena mendapatkan dukungan mental dari penonton. Ini menunjukkan bahwa peran mental juara dalam sebuah pertandingan sangat besar.


Mental Juara Bukan Untuk Olah Raga Saja
      Tentu saja, yang dimaksud mental juara itu bukanlah dalam bidang olah raga saja. Bukan dalam pertandingan saja, tetapi juga untuk berbagai bidang lainnya.

Mental Juara Diperlukan Dalam Karir
       Yup, jika Anda ingin memiliki karir yang sukses, langkah pertamanya adalah Anda harus membangun mental juara. Banyak karyawan dengan potensi yang luar biasa, tetapi karena tidak memiliki mental juara, maka semua potensinya terabaiknya. Dia tidak tidak mau memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya sehingga tidak menjadi yang terbaik.

Juara Dalam Bisnis = Untung Besar
       Jika Anda memiliki produk atau jasa juara, maka produk dan jasa Anda akan lari manis. Jika Anda memasarkan produk dengan cara juara (baca yang terbaik) maka dia pun akan mendapatkan hasil yang terbaik. Siapa pun suka yang terbaik. Jika Anda terbaik dalam bisnis Anda, maka otomatis Anda akan mendapatkan untung yang terbaik.

Juara Sejati Memiliki Sikap Sportif
       Tentu saja, yang dimaksud disini bukan cara meraih juara dengan menghalalkan segala cara. Seorang juara sejati akan selalu bertindak sportif. Apa jadinya jika kita juara tetapi didapat dengan cara yang tidak baik? Maka sesungguhnya gelar juara akan terasa semua. Anda tidak benar-benar juara, hanya secara resmi saja.
       Berlaku curang, sikut kiri sikat kanan, dan mencuri start bukanlah sikap seorang juara sejati. Juara sejati berusaha untuk menjadi yang terbaik, bukan sekedar mencari gelar juara. Selalu ingin menjadi yang terbaik adalah mental juara yang benar, bukan sekedar mendapatkan gelar, penghargaan, bonus, atau piala.

Mulailah Dengan Percaya Diri
       Salah satu mental juara itu adalah percaya diri. Dia yakin bahwa dia mampu menjadi juara. Hanya orang yang percaya dirilah yang berani masuk gelanggang untuk bertanding. Percaya dirilah yang akan menjadi dia bertindak dengan cara yang terbaik.

Juara Itu Bukan Berarti Sombong
       Seorang juara sejati akan bertindak, kemudian melakukan apa yang dia lakukan sebaik mungkin. Bukan dengan cara hanya omdo (omong doank) sambil menjatuhkan dan menjelekan lawannya. Sikap seperti ini sama sekali tidak menggambarkan mental juara. Justru, sikap sombong datang karena dia tidak percaya diri menjadi juara. Dia akan berusaha menjatuhkan lawan dengan omongan supaya dia dianggap juara.

Juara Sejati Mengakui dan Menerima Kekalahan
      Dia tahu, bahwa kekalahan bukanlah kiamat. Mungkin dia tidak menjadi juara pada pertandingan kali ini. Tetapi dia tidak berhenti, dia mengambil hikmah sehingga pada pertandingan berikutnya dia bisa tampil lebih baik lagi. Dia tidak menyesal, tidak terpukul, dan tidak juga menyalahkan lawan. Menyalahkan lawan hanya akan menutup mata kita melihat kekurangan diri untuk diperbaiki.
Apakah Anda memiliki mental juara?
Apakah Anda ingin membangun mental juara?

Kenapa Harus Menang?



Mitos Tidak Harus Menang. 


     Kadang ada orang yang berpikiran tidak harus menang. Ada banyak alasan mengapa mereka berpikir tidak harus menang.


Tidak Harus Menang Sebab Rezeki tidak akan lari kemana.

      Ini tipikal orang yang bergantung pada takdir. Padahal kita semua paham, dari surat Ar Ra’d 11, bahwa Allah tidak akan mengubah nasib sebuah kaum, jika kaum tersebut tidak mengubah dirinya sendiri. Memang, semuanya ditakdirkan oleh Allah, tapi Allah menyuruh kita berusaha.

Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS Ar Ra’d:11)

   Jika di pasar ada banyak penjual, kenapa tiap kios mendapatkan penjualan yg berbeda? Ada banyak faktor sebenarnya, jangan dulu mengatakan nasib. Selalu ada perbedaan diantara kios. Yang jelas berbeda adalah posisi dan orang yang ada di kios tersebut. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat penjualan. Pelajari, dan tingkatkan! Bukan menyalahkan nasib.
     Jika kios orang lain lebih laris, artinya ada sesatu yg lebih pada kios tersebut. Jika anda ingin mendapatkan penjualan lebih baik, maka Andalah yg harus lebih, artinya Anda harus menang.
Begitu dalam pekerjaan, perusahaan akan memilih karyawan yang lebih baik untuk posisi yang lebih tinggi. Mereka tidak memilih dengan melempar koin atau dikocok seperti arisan. Perusahaan memilih pejabat yang paling baik diantara karyawan yang ada.
     Kesalahan menempatkan karyawan bisa menjadikan perusahaan rugi, artinya perusahaan tidak sembarangan memilih karyawan. Anda bisa saja beralasan kenapa orang lain yang dipilih. Mungkin anda merasa lebih baik dibandingkan orang itu. Mungkin, mungkin saja, tapi banyak aspek yang dinilai. Artinya, meski pada satu aspek anda menang, tetapi secara total Anda kalah.
Artinya, jika anda ingin mendapatkan karir yang lebih, anda harus menang.


Mengalahkan Itu Menyakiti.

    Ya memang, jika seseorang kalah, dia akan merasa sakit. Mungkin pernah anda alami. Namun sakit itu bukan disebabkan oleh orang yang mengalahkan dia, tetapi karena kekalahan itu sendiri saja. Artinya mengalahkan dengan cara baik, tidak berarti menyakiti.
Seorang berjiwa besar tidak akan sakit karena kalah. Dia aka menerima kekalahan dengan lapang dada. Jadi anda tidak perlu merasa takut mengalahkan orang lain, selama dengan cara yang adil. Saat seseorang sakit hati karena kalah dari anda, itu karena kesalahan mereka memiliki jiwa yang kerdil.


Menang Itu Serakah.
    Banyak orang yang takut menang karena takutdisebut serakah. Sebenarnya tidak ada hubungan serakah dengan kemenangan. Serakah ya serakah, tidak peduli menang atau kalah. Ini akhlaq yang buruk. Jika anda memiliki akhlaq yang baik, selama anda mengambil hak anda, itu bukan serakah.
Saat Anda menang dan Anda mengambil hak Anda, itu bukan serakah. Serakah adalah saat Anda mengambil sesuatu yang bukan hak Anda. Selama Anda mengambil hak Anda karena kemenangan Anda yang adil, tidak ada yang namanya serakah.


Jika Menang Saya Takut Sombong
    Tahukah Anda ada orang miskin yang sombong? Bahkan ada pula orang kalah yang sombong, yaitu saat dia mengatakan bahwa dia lebih baik atau menganggap rendah orang lain, maka dia adalah orang yang sombong. Meski dia kalah. Mungkin perkataan berikut tidak asing di telinga Anda:
“Dia menang karena beruntung saja, padahal dibandingkan saya, dia tidak ada apa-apanya.”
Perkataan diatas disebutkan oleh orang yang kalah. Semantara perkataan diatas menandakan kalau dia berlaku sombong terhadap orang lain. Artinya sombong bukan hanya milik orang menang, orang kalah pun bisa sombong.
    Sombong tidaknya seseorang ditentukan sejauh mana akhlq yang dia miliki. Jika dia membina akhlaqnya dilandasi aqidah yang benar, maka dia tidak akan pernah sombong meski dia terus menang.
    Khalid ibn al-Walid (584 – 642), atau sering disingkat Khalid bin Walid, adalah seorang panglima perang pada masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin yang termahsyur dan ditakuti di medan perang serta dijuluki sebagai Saifullah Al-Maslul (pedang Allah yang terhunus). Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang kariernya.
    Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, Khalid diberhentikan tugasnya dari medan perang dan diberi tugas untuk menjadi duta besar. Hal ini dilakukan oleh Umar agar Khalid tidak terlalu didewakan oleh kaum Muslimin pada masa itu. Beliau tidak marah, santai saja, dan menerima pemberentian itu. Bahkan jika saja harus menjadi prajurit, beliau siap. Selalu menang, bukan berarti harus sombong.


Anda Harus Menang Untuk Mendapatkan Yang Terbaik

     Ok, sekarang kita sudah memahami mitos-mitos tentang harus menang dan sudah kita patahkan mitos tersebut. Nah sekarang pada pertanyaan utama, kenapa harus menang?
Jawabannya adalah dengan menang Anda akan mendapatkan yang terbaik. Tentu saja jika tujuan kemanangan Anda untuk yang terbaik. Sederhana.
    Anda akan mendapatkan keuntungan yang besar jika Anda memproduksi produk yang terbaik pada kelasnya atau memberikan jasa yang terbaik. Tentu saja harus didukung dengan pemasaran dan manajemen yang terbaik pula. Jika bisnis Anda ingin sukses, Anda harus menang dalam produk, jasa, manajemen, dan pemasaran.
    Begitu juga, jika Anda ingin mendapatkan karir yang lebih baik, maka Anda harus menang dalam persaingan kerja. Perusahaan akan memilih karyawan terbaik untuk ditempatkan di posisi yang terbaik pula. Mental juara akan sengat berkaitan dengan motivasi karyawan.

    Beasiswa dan perguruan tinggi favorit pun hanya menerima siswa yang menang, artinya yang terbaik nilainya diantara semua pelamar.
    Intinya Anda harus membangun mental juara atau mental pemenang. Sebab, jika Anda ingin mendapatkan yang terbaik, Anda harus menang.

Rabu, 12 Oktober 2011

PERSINAS ASAD (PERguruan SIlat NASional Ampuh Selamat Aman Damai)

      


      Pencak Silat Perguruan Silat Nasional (Persinas) adalah suatu yayasan yang didirikan pada tanggal 30 April 1993 dengan Akte Nomor 430 Notaris J.L. Waworuntu, untuk waktu yang tidak terbatas.

       Perguruan Silat Nasional ASAD berasaskan Pancasila dan UUD 1945 dan bermaksud menghimpun seluruh potensi bangsa yang memiliki persamaan cita-cita, wawasan dan tujuan dalam melestarikan budaya bangsa, khususnya ilmu seni bela diri pencak silat nasional yang bersumber pada aliran silat Cimande, Kunto, Cikaret, Singa Mogok, Nagan, Cikalong, Syahbandar, Garuda Mas, Sabeni, dan Tangkap Menangkap (TM).

      Bahwa dengan melestarikan ilmu dan seni bela diri pencak silat, berarti melestarikan budaya bangsa, yang merupakan upaya meningkatkan kualitas mental dan fisik bangsa Indonesia, guna mempercepat terwujudnya Tujuan Nasional, dengan motto “Ampuh Sehat Aman Damai (ASAD)”.                  



               SYARAT-SYARAT MEMILIKI / BELAJAR SILAT ASAD

1 .orang iman yang akhlaknya baik,berbudiluhur,bisa takdim kpd yang berhak di  takdimi,dan toat
    kpd yang berhak di toati

2 .orang iman yang tertib ibadahnya dengan khusyu dan selalu berzikir kpd allah

3 .harus pasrah/tawakal kepada allah ,tidak merasa pol sendiri,tidak merasa lebih kuat dari pada
    orang lain,dan selalu minta pertolongan kepada alloh

4 .harus sabar/tabah tahan uji tidak mudah marah,tidak mudah terpancing,tidak mudah emosi

5 .tidak boleh takabur/sombong,tidak boleh untuk berbuat jahat

6 .tidak boleh untuk jajal-jajalan (untuk coba-cobaan) tapi kalau tukar pengalaman yang tidak
    merusak boleh

7 .tidak takut dan tidak mundur menghadapi semua orang yang memiliki beladiri dari aliran apapun

8 .tidak boleh melanggar larangan-larangan agama yaitu zina , minum-minuman keras,
     judi syirik jin-jinan dan lain-lain

9 .sanggup membela kiebenaran dan saling tolong-menolong terhadap sesamanya




                             Makna Warna Sabuk Persinas ASAD

>>Tingkat I / Sabuk Putih / Siswa I
Warna putih pada sabuk mempunyai makna lembaran putih dan bersih dengan tulus ikhlas, ridho dan suci. Bagi seorang calon pesilat untuk diberikan pengetahuan, ketrampilan dan sikap dasar tentang ilmu beladiri.

>>Tingkat II / Sabuk Hijau / Siswa II
Warna hijau pada sabuk memberi makna kedamaian hati setalah diberikan pelajaran dasar tentang pengetahuan, ketrampilan dan sikap sehingga memberi keteduhan hati dan bangga dengan ilmu yang dimilikinya.

>>Tingkat III / Sabuk Hijau Strip Kuning / Asisten Muda
Warna hijau yang memberikan kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan serta dipersiapkan untuk menjadi pesilat yang berkualitas dan berbudi pekerti luhur yang dilambangkan strip kuning pada sabuk.

>>Tingkat IV / Sabuk Kuning / Asisten Madya
Warna kuning melambangkan keluhuran budi pekerti (akhlaqul karimah) dan keagungan jiwa serta berkualitas, sehingga pesilat makin banyak ilmunya makin berbudi pekerti yang luhur.

>>Tingkat V / Sabuk Kuning Strip Biru / Asisten Utama
Dengan budi pekerti yang luhur dan keagungan jiwa disertai cita-cita yang luhur, semangat belajar dan tabah dalam menghadapi tantangan yang dilambangkan dengan strip biru pada sabuk.

>>Tingkat VI / Sabuk Biru / Pelatih Muda
Warna biru melambangkan semangat belajar yang tinggi, dengan percaya diri serta dapat menjaga martabat dan mampu menguasai serta mengendalikan diri walaupun banyak tantangan, rintangan dan halangan.

>>Tingkat VII / Sabuk Biru Strip Coklat / Pelatih Madya
Dengan semangat dan cita-cita yang tinggi menjadikan percaya diri, selalu menegakkan kebenaran, kejujuran dan menghormati sesama insan.

>>Tingkat VIII / Sabuk Coklat / Pelatih Utama
Warna coklat tua melambangkan sikap damai, bersahabat, selalu rendah hati dan senantiasa menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan.

>>Tingkat IX / Sabuk Coklat Bintang Merah 1 / Guru Muda
Bersikap damai dan bersahabat, ramah dan sopan, senantiasa menegakkan kebenaran.

>>Tingkat X / Sabuk Coklat Bintang Merah 2 / Guru Madya
Senantiasa mengupayakan perdamaian dan persahabatan dengan sesame. Keramahan dan kesopanan ditingkatkan, dengan keberanian yang tinggi membela kebenaran.

>>Tingkat XI / Sabuk Merah / Guru Utama
Merah melambangkan keberanian dalam membela kebenaran, berjiwa besar, mawas diri, pemaaf dan mengutamakan kepentingan umum dan dapat menjadi panutan.

>>Tingkat XII / Sabuk Merah Garis Tepi Emas / Guru Besar
Berjiwa besar sebagai pendekar, bisa meramut dan membina serta sebagai pengayom